Diposkan pada Tanpa kategori

Untuk Yang Bingung Hendak Berkomentar Apa, Mengenai #Aksi4November

image

Ada gak sih pembaca (ceile.. belagak banyak yg baca) disini yang bingung mau komen apa mengenai aksi 4 november kemarin? Bingung, cyin!! Sosial media seakan dibagi menjadi 2 kubu. Yang satu menuduh radikal karena mudah terprovokasi, yang satu menuduh kafir karena adem anyem agamanya dinodai.

Lah terus aku kudu piye??Β 

Okey, ini murni pendapat ibu rumah tangga yang ga ngerti politik dan masih bau kencur mengenai agama. Kalo ditanya berada dipihak mana saya ini, saya gak memihak manapun, broh sist. Saya memihak diri saya sendiri. Bwahahaha…

Bukannya saya memilih aman dan takut dituduh kafir atau radikal, tapi saya memutuskan untuk mempercayai pemahaman dan jalan pikiran saya sendiri, sehingga saya menolak untuk memberikan cap atau label apapun kepada orang yang tidak seide sama saya. Lha wong saya ndak suka dipaksa, kok saya mau maksa dan senewen kalo orang bersebrangan sama saya. Karena dipaksa itu gak enak sist, kecuali suami yg maksa naekin uang belanja. bwahahaha… (Ayah, paksa aku doonk!!!! 😁😁)

Lalu apa pemikiran saya?? Hmm, mungkin saya termasuk yg egois yah, karena saya tidak memikirkan kemaslahatan umat atau negara dan bangsa ini seperti teman2 yang saya yakin, keduanya mempunyai alasan yang baik, meski berbeda. Kok jadi jauh-jauh saya memikirkan Ahok, FPI, Penistaan agama dan laen-laennya. Saya ini juga masih berjuang broh! Karena daripada saya menyerang Ahok, saya punya banyak alasan untuk menyerang diri saya sendiri. Lha wong, sadar gak sadar, saya juga sering menghina dan melecehkan Al Quran. Kadang saya masih suka ngeluh, masih suka nyakitin orang, atau pun masih belum membawa manfaat buat orang banyak. Istilahnya, masih apalah-apalah diri ini bang. Muterin uang belanja tiap bulan aja mumet kok disuruh mikirin ahok. 😁😁

Wah, menurut kamu kami yang demo ini juga gak pusing sama urusan dunia?? Kami juga pusing sist, tapi kami memilih untuk membela urusan akhirat??

Sabaar sist, broh!! Jangan gampang senewen doonk dan buru-buru menuduh saya kafir. Saya kan cuma berpendapat menurut pemahaman saya. Untuk itu, saya salut-sesalut-salutnya terhadap para relawan yg mengikuti demo pada 4 November kemarin. Hanya saja, boleh toh saya memiliki cara sendiri dalam membela agama. Yah, meski level saya baru ingin ‘menyelamatkan’ diri sendiri.

Saya menghormati yang melakukan aksi, pun saya menghormati yang berfikir bahwa redaksi kalimat ahok tidak menjurus terhadap penistaan agama. Sama kaya kasus Jessica yg ada pro dan kontra. Apa sih di dunia ini yang ga punya pasangan (Eh, maaf buat yang jomblo πŸ™) Semua ada dua sisi. Merasa benar boleh, tapi terus-menerus memojokkan orang untuk dipaksa benar menurut versinya juga tak elok.

Saya menghargai kedua kubu. Tapi wes tah, mbok ya saling menghargai satu sama lain. Hablumminallah juga akan pincang tanpa Hablumminannas.

Yang merasa aksi kemarin hanya bentuk provokasi berkenaan dengan pilgub/pilpres, wes kalian juga jangan menyudutkan. Hargai saudara kita yg melakukan aksi dan terus berbenah diri.

Kita ini terlalu fokus melakukan hal besar tanpa mau meluangkan waktu melakukan hal kecil. Padahal sesuatu yang besar, dimulai dari sesuatu yang kecil yg dilakukan secara konstan.

Semoga yang kemarin melakukan aksi, ataupun yang beranggapan itu tidak perlu, tetap menjunjung tinggi Al Quran dalam kehidupan sehari nya. Yang mendamaikan, penuh kasih sayang, saling menghargai, dan membawa manfaat untuk sekitar. Sama seperti tujuan diturunkannya Al Quran.

Sudah ya, jangan gontok-gontokan lagi.

Emak cantik mau berjihad dulu. Level jihad nya baru nyampe melawan hasutan kasur untuk tidur di weekend yg mendung dan melenakan ini. πŸ˜„πŸ˜„

Jangan lupa bahagia ya…

image

Iklan

Penulis:

An ordinary wife from an awesome husband and A mother from two gorgeous kids. An English teacher. A learner. A coffee lover.

3 tanggapan untuk “Untuk Yang Bingung Hendak Berkomentar Apa, Mengenai #Aksi4November

  1. sepakat mbak πŸ™‚ lelah dengan timeline dan berita terkait aksi kemarin, saya juga memihak pemikiran saya hahaha .. yang jelas harus lebih dewasa lagi untuk main-main di dunia maya πŸ™‚

    Suka

  2. Mungkin bisa jadi momen untuk kembali semangat membuka Al-Quran Mba, memahami maknanya, mempelajari tafsirnya, dan menakar sejauh mana pemahaman kita berada. Sejujurnya sejak momen ini ngehits saya jadi semangat ikut kajian tafsir hehe, sayang aja kalau cuma sibuk mikirin pendapat si ini si itu, mending kan sibuk mikirin apa sebenarnya maksud Allah πŸ™‚

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s