Diposkan pada Tentang Menulis, Tips

PROJECT #1

Judul : Hai, Para Emak Muda! Kamu Tidak Sendirian
Tugas 4 :  Kelas KMO
Pemateri : Ernawatililys

BAB 1
IT IS ABOUT YOURSELF

Masih ingat gak mak, perasaan ketika masih pengantin baru? Uh, so sweet yaa.. Dunia rasanya milik berdua, yang lain cuma fatamorgana. Serasa berhasil mewujudkan happy ending moment seperti di film-film anak-anak jaman dulu. Tau kan happy ending momen yang paling ngehits?? Itu lho yang raja dan ratu menikah di sebuah kastil lalu berpegangan tangan dan menuju matahari tenggelam diiringi dengan tulisan The End menandakan film yang sudah berakhir! Dulu pasti nontonnya dengan perasaan puas dan bahagia luar biasa ya! Dalam hati bertanya-tanya, kapan ya si pangeran ganteng-keren-baik hati itu akan datang?

Kerena di jejali dengan film-film ala putri dan pangeran di atas itulah, masa kecil kita pun penuh dengan bayangan indah akhir yang bahagia. Menikah dengan pangeran pujaan hati dan lalu bergandengan tangan menuju matahari tenggelam. Persis deh kayak di film! Tapi apakah benar seperti itu? Apakah setelah menikah lalu hidup akan selalu bahagia sampai maut memisahkan? 

Sayangnya Tidak!

Film-film tersebut hanya menceritakan sepenggal babak saja. Hanya menceritakan tentang akhir yang bahagia dalam wujud pernikahan, tidak menceritakan tentang kehidupan setelahnya. Apakah Cinderela nya kena baby blues paska melahirkan? atau mungkin pertengkaran-pertengkaran kecil antara Cinderela dengan pangeran? Yah, mungkin saja Cinderela marah hanya karena si pangeran lupa masukin baju kotor ke tempatnya! (Yakali si putri cuci baju sendiri, hahahaha)

Karena banyak yang tercuci otak tentang ‘menikah adalah sebuah akhir yang bahagia’, akhirnya banyak yang tidak siap saat euforia pengantin baru sudah selesai. Seperti yang kita tahu ya mak, menikah bukan lah sebuah akhir dari perjalanan. Menikah adalah babak baru di perjalanan kita. Yang namanya perjalanan, tidak selamanya jalan yang kita lewati mulus dan lurus seperti jalan tol. Terkadang kita akan menemukan jalan yang berbatu, jalan yang menukik atau bahkan jalan yang penuh lubang.

Belum lagi jika jabang bayi mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Semakin lengkap ya rasanya kehidupan pernikahan! Tapi seiring berjalannya waktu, kita mulai menyadari bahwa berumah tangga tidaklah sesederhana itu. Banyak hal yang membuat kita bertanya-tanya, “Kok gini ya rasanya menikah?”, “Kok gak happy terus ya seperti yang kita harapkan?” atau pertanyaan-pertanyaan lain yang menyiratkan bahwa kita menjalani kehidupan bukan seperti yang kita inginkan. 

KETIKA EMAK MULAI KEHILANGAN DIRI SENDIRI

Pernah tidak saat bangun pagi, emak merasa pingin tidur lebih lama? Rasanya malas sekali memulai hari. 

Pernah tidak merasakan jenuh maksimal? Seperti kehilangan gairah dalam hidup. Karena perasaan yang tidak menentu tersebut, kita jadi mudah marah dan uring-uringan. 

Pernah tidak melihat di kaca dan menemukan orang lain disana? Tidak percaya diri dan kehilangan cinta untuk diri sendiri.

Kalau emak pernah merasakan satu atau bahkan ketiganya, tenang saja, mak! Yakinkan pada diri sendiri kalau emak bukanlah seorang Cinderela! Berita baiknya, Emak tidak sendirian!!

Study mencatat 80% ibu baru mengalami hal tersebut. Selain dikarenakan baby blues, hal tersebut juga disebabkan oleh kurangnya waktu ibu untuk dirinya sendiri.

Sudah jadi rahasia umum, sebagai seorang istri dan seorang ibu, kita dituntut untuk selalu dapat melayani anak dan suami. And you know what, mak? It means 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Jadi wajar kok jika para ibu merasa kelelahan dan seolah kehilangan jati diri.

Sebagai seorang manusia biasa, para istri dan para ibu juga membutuhkan waktu untuk diri mereka sendiri. Jika waktu dihabiskan untuk melayani orang lain, meski itu anak dan suami sendiri, kita akan merasa kelelahan karena alih-alih mencukupi kebutuhan orang lain, kita malah melupakan kebutuhan diri sendiri. Apakah itu? Waktu untuk mencintai diri sendiri.

Bagaimana cara agar bisa selalu mencintai diri sendiri? Salah satunya dengan menyediakan waktu yang cukup untuk melakukan hobby atau apapun yang disuka. ‘Me Time’ atau waktu untuk diri sendiri ini bukan sesuatu hal yang mustahil kok untuk diwujudkan.

Mewujudkannya pun tidak harus selalu dengan piknik keluar kota atau pun jalan-jalan ke luar negeri. Tenang saja, mak! Ada jalan yang lebih ramah kantong kok! Hihihi

Contoh-contoh Me Time yang bisa dipraktekkan:

1. Bangunlah terlebih dahulu. Saat suami sedang tidur, emak bisa meluangkan waktu untuk sekedar minum teh dan membaca buku kesukaan barang 15-30 menit.

2. Saat suami pulang kerja, emak bisa menitipkan anak sebentar untuk mandi. Saat memiliki anak (apalagi yang sudah bisa merangkak dan berjalan), menikmati mandi adalah sebuah kemewahan. Mandilah dengan tenang, mak! Rasakan setiap air yang mengalir membasahi rambut hingga ujung kaki. Menggosok dengan benar anggota tubuh dan mencium aroma sabun yang wangi bisa merubah mood juga lho!

3. Pergi bersama teman juga bisa menjadi alternatif yang menarik lho, mak! Setelah berkutat dengan anak dan suami, bolehlah dua minggu sekali kita punya waktu 2-3 jam untuk pergi dengan sahabat. Entah hanya duduk santai di cafe favorit, belanja pakaian atau sepatu yang sedang diskon atau hanya sekedar saling bertegur-sapa menceritakan kesibukan masing-masing. 

Emak bisa menyesuaikan sendiri hal apa yang membuat emak senang sehingga siap menghadapi hari-hari yang menantang. Hal ini penting sekali lho, mak! Dengan tercukupinya kebutuhan emosi kita, maka emak akan lebih bahagia. Apa yang paling dibutuhkan anak dan suami selain seorang ibu dan istri yang bahagia??

KETIKA EMAK MULAI SOK SIBUK

Aduh mak, janganlah ngomong ‘Me Time’, bisa rebahan anteng aja udah warbiasak!!

Iya-iya tau… Jadi ibu rumah tangga itu terkadang capeknya melebihi orang kantoran. Dari pagi sampai tidur lagi seperti tidak pernah berhenti. Bangun tidur urus ini-itu, anak bangun-suami bangun, langsung akrobat bantu nyiapin baju, sarapan dan belum lagi nyari kaos kaki yang sebelahnya hilang.

Setelah suami berangkat kerja, deretan pekerjaan pun menanti. Mencuci piring kotor, mencuci baju, menyetrika belum lagi memasak. Oh ya, dengan tambahan melakukan semuanya sambil menggendong anak ya, mak! Hiks! Hiks!

Saat itu terjadi mak, sudah waktunya kita belajar untuk mengatur waktu dengan baik. Time Management untuk ibu rumah tangga itu penting! Kata siapa hanya orang kantoran yang punya time management?? Ibu Rumah Tangga pun BISA! Dan WAJIB!!

Tanpa time management, hidup kita akan terasa sumpek. Alih-alih ingin bersantai sejenak, kita malah melupakan hal penting yang harus dilakukan. Pernah tidak seperti itu? Padahal saat santai pun sebenarnya kita tidak santai. Mengapa? Santai karena menunda itu hanya membuat badan kita saja yang rileks, tapi pikiran kita sebenarnya cemas karena kita tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan! 

Jika emak sering seperti ini, maka segeralah bertobat! :mrgreen:

Dengan time management yang baik, kita bisa memiliki banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang kita suka lho..! Tidak percaya? Ini ada beberapa ide yang bisa emak terapkan di rumah:

1. Buat to do list malam sebelum tidur.

Hal ini akan membuat emak bisa merencanakan waktu dengan baik. Dengan to do list emak bisa meyakinkan diri sendiri bahwa tidak ada kegiatan yang terlewatkan. To do list ini bukan hanya sekedar bayangan-bayangan sebelum tidur ya.. To do list harus real, bisa kita baca. Emak bisa menulisnya di kertas lalu tempel di kulkas atau pun mengetiknya di notes hp. Banyak lho aplikasi to do list yang mempermudah kita dalam membuatnya.

2. Dahulukan pekerjaan yang mendesak

Dari to do list tersebut, emak bisa memilah lagi mana kegiatan yang mendesak yang harus segera dilakukan. Misal: mencuci baju. Hal ini bisa sangat mendesak dari pada membuat camilan untuk anak berhubung sudah seminggu emak tidak menyentuh pakaian kotor.

3. Beri waktu di setiap kegiatan

Tuliskan juga mak, berapa waktu yang emak perlukan untuk melakukan satu kegiatan. Berapa waktu untuk memasak? Apa satu jam cukup? Atau dua jam? Hanya emak yang bisa mengetahui karena setiap orang akan berbeda-beda. Dengan menulis waktu yang diperlukan, kita bisa menghindari menulis to do list yang super wow tapi tidak masuk akal dalam pengerjaannya.

4. Hindari si pencuri waktu

Sebenarnya, Tuhan sudah memberikan waktu yang cukup untuk kita. Setiap orang memiliki jatah yang sama setiap harinya. Hanya saja, terkadang kita tidak sadar akan pencuri waktu. Apakah pencuri waktu tersebut? Banyak, mak! alih-alih menyuapi anak, kita malah ikut nongkrong liatin tv. Ingin mengecek notifikasi di hape, malah keterusan bukan fb, membalas bbm atau malah keasyikan blogwalking. Mungkin malah niatnya minta ketumbar ke tetangga sebelah, malah ngendon ngrumpi disana. Hehehe.

Bukannya ga boleh ya mak, tetapi semuanya ada waktunya bukan?

Setelah semua sudah dilakukan, perlu emak sadari bahwa emak bukanlah wonderwomen yang bisa melakukan semua hal dengan sempurna. Jangan mengejar kesempurnaan mak! Yang paling penting emak lakukan dengan hati ikhlas dan gembira.

Hari terasa cepat berlalu dan pada kenyataannya pekerjaan kita tidak pernah selesai. Semakin kita mengejar kesempurnaan, semakin jauh hal tersebut terwujud. Saat seperti itulah kita harus menyadari dan kemudian mencintai apa yang kita lakukan. Bisa jadi sekarang kita merasa capek dan lelah luar biasa, tapi hari terus berlalu mak! Anak akan semakin besar dan hal-hal yang seakan rumit hari ini, akan menjadi tidak begitu berarti di masa yang akan datang.

Cayo ya mak!

See ya!
image

Bersambung

Iklan

Penulis:

An ordinary wife from an awesome husband and A mother from two gorgeous kids. An English teacher. A learner. A coffee lover.

2 tanggapan untuk “PROJECT #1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s