Diposkan pada Curcol

Bicara tentang Kematian

Sebenernya agak ngeri bahas tentang topik satu ini. Ya gimana ya… saya ini termasuk yang merasa punya banyak dosa dan belum siap untuk diambil yang Maha Kuasa (Hiks, anak masih kecil-kecil dan apa kabar utang dan tagihan-tagihan #curcol dikit ini mah)

Tapi yah, namanya rezeki, jodoh dan mati itu kan udah diatur dari kita belum owek-owek ya.. Jadi ya meski merasa belum siap ya harus disiapkan jika sewaktu-waktu dipanggil (langsung melow inget anak yang nangis-nangis sedih ditinggal ibunya.. 😭😭)

image

(Foto nyomot dari sini)

Kematian memang susah untuk ditawar dan tidak ada seorang pun yang tahu. Ngomongin beginian karena saya barusaja ditinggal Pak Dhe untuk selama-lamanya #matalangsungberkaca-kaca

Silsilah Pak Dhe Opan ini dalam keluarga besar agak membingungkan saya. Bukan Pak Dhe langsung lho ya, yang masih saudaraan satu ibu/bapak dengan orang tua kita. Tapi lebih ke sepupu orang tua kita, jadi masih satu kakek/nenek. Yah itu pun kalau saya tidak salah 😝 Pokoknya masih saudaralah. Yah, maklum orang kampung, biasanya tetangga-tetangga masih punya hubungan darah, meski kalau di urut-urut keatas ya udah lumayan jauh. Tapi ya namanya saudara ya tetep aja saudara kan ya..

Dhe Opan ini usianya sudah 43 tahun (sebelumnya saya pikir masih 30+ gitu). Orangnya ramah, mudah bergaul. Ohya, beliau ini juga masih bujang. Dulu sering banget maen kerumah. Kadang juga suka bantuin benerin lampu, pintu kamar mandi yang rusak atau ikut kami sekeluarga kala mudik keluar kota. Orangnya asik lah pokoknya.

Malam itu, hari pertama ayah di Pare. Gak bisa tidur karena biasanya ada yang pijitin nemenin. rasa-rasanya jam setengah satu baru bisa bobok. Eh, lagi enak-enaknya bobok, Mika bangun. Bukan bangun rewel yang dinenenin langsung diem, tapi bangun yang matanya langsung terang benderang gitu. Jangankan di suruh bobok lagi, ini anak malah ambil hp and minta saya puterin lagu kesukaannya.

Yaweslah, diturutin juga… yang penting emak yang lagi males ini bisa nyolong2 bobok..

Tapi lalu… kok mencium bau tidak sedap ya… lalu melirik si baby yang tadinya joget hebring tiba-tiba berdiri mematung sambil ngedenn… owalaaaah…

Ayah, kalo kamu baca tulisan ini, plis jangan bilang ‘syukuriiiin loooo’!

Biasanya yang bagian piket malam and meladeni bocah ini kan si ayah ya… tapi karena ayah lagi gak ada, apalah daya si emak ini juga yang harus turun tangan…#dasaremakmanja

Sambil maksa buka mata yang suepet langsung bawa mika ke kamar mandi. Eh, mbah Ti mika ternyata ikut bangun juga and ngajak mika maen. Selamatlah si mama :mrgreen::mrgreen:

Tapi pas mau masuk kamar, tiba2 ada tamu jam setengah tiga pagi. Cari Akung nya Mika. Bilang De Opan lagi gak enak badan dan minta bapak datang buat kasih terapi. Agak heran sih… Gak pernah denger sakit, kok tiba-tiba panggil bapak. Pagi-pagi buta lagi!

Setelah kesana, setengah jam kemudian bapak telp kalau De Opan dibawa kerumah sakit karena bapak lihat keadaannya sudah memburuk. Dan setengah jam berikutnya, dikasih kabar Ibu kalau De Opan sudah meninggal… 😭😭

Masak sih?
Kemarin kan masih ngobrol..!
Orang sehat kok!
Bohong gak sih?
Dia lagi becanda kali!! #yanginigakmungkinbangeet

Hiks… yang pasti buanyak banget yang kaget dan ga percaya kalau beliau telah berpulang.

Lalu dengerin cerita, kalau hari sebelumnya De Opan ini diminta benerin lampu masjid dan dijawab kalau besok aja jam sepuluh dia akan mampir ke masjid.

Dan, keesokan harinya dia benar-benar menepati janjinya. Mampir ke masjid, untuk disolati, dalam keadaan sudah menjadi jenazah…

Kematian memang tidak ada rumusnya. Kaya-Miskin, Tua-Muda, Sehat-Sakit semua mempunyai kesempatan untuk menghadapi kematian. Kapan saja, Dimana saja.

Semoga ketika tiba giliran kita dipanggil nanti, kita dalam keadaan yang sebaik-baiknya… Aamiin

Semoga Dhe Opan dapat tempat terbaik di sisi Allah…

We will miss you, Dhe…

Iklan

Penulis:

An ordinary wife from an awesome husband and A mother from two gorgeous kids. An English teacher. A learner. A coffee lover.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s